Perbedaan antara sake dan soju dapat terlihat dari proses pembuatannya. Sake diproduksi melalui proses fermentasi beras, sementara soju dibuat menggunakan proses fermentasi yang dilanjutkan dengan distilasi. Teknik produksi ini memberikan karakter yang berbeda pada masing-masing minuman, baik dari segi rasa maupun sensasi saat dinikmati.
Dari kadar alkohol, sake umumnya berada di kisaran 15% hingga 20% ABV dengan karakter yang lebih balanced dan smooth. Soju memiliki kadar alkohol yang lebih bervariasi, mulai dari sekitar 16% hingga lebih tinggi tergantung jenisnya. Untuk flavored soju yang populer di berbagai Korean restaurant, kadar alkoholnya biasanya lebih ringan sehingga terasa lebih easy drinking dan approachable.
Karakter rasa keduanya juga cukup berbeda. Sake dikenal memiliki profile rasa yang lebih kompleks dengan sentuhan umami, aroma beras yang khas, hingga hint fruity atau earthy pada beberapa jenis tertentu. Sementara itu, soju menghadirkan karakter yang lebih clean, ringan, dan straightforward. Varian flavored soju bahkan memberikan sensasi fruity dan refreshing yang terasa lebih ringan saat dinikmati.
Dalam cara penyajian, sake dapat dinikmati dalam kondisi dingin maupun hangat tergantung jenis dan karakter rasanya. Berbeda dengan sake, soju hampir selalu disajikan dingin dan biasanya dinikmati straight menggunakan shot glass kecil atau dipadukan dengan beer dalam Korean drinking culture yang dikenal sebagai somaek.